Tuesday, February 10, 2009

PKS Batalkan Rencana Rayakan Valentine's Day karena Berbau Yahudi

Niken Widya Yunita - detikPemilu

Senin, 09/02/2009 11:25 WIB 



Jakarta - Rencana DPD PKS Depok memanfaatkan momen Valentine's Day (Hari Kasih Sayang) pada 14 Februari untuk menjaring pemilih muda, dibatalkan. Dewan Syariah PKS melarangnya dengan alasan kegiatan itu berbau Yahudi.


"Niat sudah dibatalkan karena dilarang oleh Dewan Syariah. Alasannya karena berbau Yahudi," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada detikcom, Senin (9/2/2009).

Menurut Tifatul, begitu adanya rencana yang bertujuan untuk memancing suara kaum muda dalam pemilu itu bergema, DPD PKS Depok langsung dikonfirmasi oleh Dewan Syariah PKS.
"Ya sudah dijelaskan dan langsung dikonfirmasi dengan Dewan Syariah," imbuh Tifatul. Tifatul mengungkapkan, PKS tidak akan merayakan acara yang tidak sesuai dengan budaya Islam. "Nggak ada kebijakan itu," pungkasnya.

Hadiah yang berkaitan dengan valentine yang akan diberikan DPD PKS Depok  yakni cokelat berstiker caleg dan bunga berlambang PKS yakni nomor 8. (nik/iy)


Sumber: DetikNews

Selengkapnya......

PKS Bantul Dukung Valentine untuk Kampanye

okezone.com - 2/10/2009 5:56 AM Local Time

YOGYAKARTA - Rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok, Jawa Barat yang menggunakan momentum Valentine untuk meraup suara pemula, mendapat dukungan FPKS DPRD Bantul.


"Tentunya partai dalam berkampanye ingin memperoleh suara terbanyak, sehingga momentum hari Valentine layak digunakan untuk mencari suara dari kalangan muda," kata Ketua FPKS DPRD Kabupaten Bantul Agus Sumartono di Gedung DPRD Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Selasa (10/2/2009).

Bagi PKS, lanjut Agus, semua hari adalah baik sehingga tidak ada alasan untuk mengkultuskan hari kasih sayang itu. Namun demikian untuk berkampanye, perlu ada strategi agar pesan yang disampaikan mengena kepada kalangan yang dituju khususnya kalangan muda.

"Dari DPP PKS tidak ada instruksi menggunakan Valentine untuk berkampanye, namun hal tersebut murni dari keinginan pengurus PKS yang di bawah dan itu sangat efektif bagi kota sebesar Depok, dibandingkan kota kecil seperti Kabupaten Bantul," tandasnya. Pria yang kerap dipanggi Guston ini menambahkan, penggunaan momentum Valentine tidak akan menghapus citra PKS sebagai partai yang berbasis pendukung kalangan muslim. "Citra partai yang berbasis muslim tidak akan jatuh akibat menggunakan momen Valentine, dan tidak mengkultuskan hari Valentine yang berasal dari budaya Barat," tuturnya. Sebelumnya, PKS Depok berencana akan menggunakan momen Valentine untuk menarik suara kaum muda. Namun rencana tersebut mendapat tentangan dari Majelis Ulama Indonesia.

Selengkapnya......

MUI: Valentine Ala PKS, Ibadah yang Tidak Tepat

Senin, 9 Februari 2009 - 09:03 wib
Sholla Taufiq - Okezone

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana menggunakan momentum valentine sebagai ajang kampanye untuk menjaring pemlilih muda. Menanggapi hal ini Majelis Ulama Indonesia menilai cara PKS tidak tepat.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan, langkah PKS untuk memberikan hadiah pada saat hari kasih sayang dengan embel-embel kampanye, bagian dari pelaksanaan ibadah tidak tepat.

"Ya silakan saja, tapi kalau itu bagian dari pelaksanaan agama tertentu, saya kira tidak tepat. Mungkin yang dimaksud salah satu bentuk kasih sayang. Tapi PKS kan punya dewan syuro" kata Amidhan kepada okezone melalui sambungan telepon, Senin (9/2/2009).

Menurut Amidhan, hukum merayakan valentine dibedakan antara ibadah spiritual dan modus pergaulan. "Kalau pergaulan itu tidak ada masalah jika tidak menimbulkan dampak negatif," kata Amidhan.

Dalam agama Islam, lanjut dia, kasih sayang sendiri merupakan anjuran agama. Asal kasih sayang itu bersifat umum dan tidak dikaitkan dengan agama tertentu.

"Tapi kalau itu dipandang sebagai rangkaian ibadah agama lain, tidak diperbolehkan," tandasnya. (ded)

Sumber: Okezone.com

Selengkapnya......

Kader Partai di Jambi Tertangkap di Panti Pijat

Jambi (ANTARA News) - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jambi mengancam menindak tegas berupa pemecatan terhadap oknum anggota DPRD Kota Jambi Zulhamli Al Hamidi, yang juga kader PKS, yang tertangkap di salah satu panti pijat di Kota Jambi.


Zulhamli, anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PKS, Selasa siang, tertangkap sedang berada di dalam kamar salah satu panti pijat saat operasi Pekat yang digelar Poltabes Jambi.

Ketua DPW PKS Provinsi Jambi Hendri Mansyur melalui Wakil Ketua Bidang Pembinaan Kader, M Zayadi ketika diminta tanggapannya mengatakan, jika terbukti benar, partainya akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum anggota yang tertangkap di tempat panti pijat tersebut.

Sanksi tegas yang bisa dijatuhkan kepada Zulhamli Al Hamidi bisa berupa pemecatan sebagai anggota PKS dan jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Jambi juga bisa diganti dalam waktu dekat.

Namun demikian, DPW PKS Jambi akan memanggil lebih dahulu yang bersangkutan untuk menjelaskan kasusnya di hadapan Dewan Syariah PKS untuk disidang dan hasilnya bila terbukti akan ditindak tegas.

PKS Jambi secara resmi sudah mengeluarkan larangan kepada seluruh anggota dan kadernya untuk tidak berada di tempat yang dianggap negatif oleh masyarakat.

"Secara resmi PKS sudah melarang seluruh kader dan anggotanya untuk tidak berada di tempat-tempat yang dianggap negatif oleh masyarakat, termasuk panti pijat," tegas Zayadi.

Selain itu, DPW PKS Jambi juga akan mencopot yang bersangkutan dari Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kota Jambi pada Pemilu mendatang.

Namun PKS tetap akan memberikan kesempatan kepada Zulhamli untuk membela diri di persidangan Dewan Syariah PKS yang digelar dalam waktu dekat, tambahnya.(*)


Selengkapnya......

Caleg DPRD Jambi Tertangkap di Panti Pijat

Nograhany Widhi K - detikPemilu

Jakarta - Calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Jambi Zul Hamli Alhamidi ditangkap polisi di panti pijat. PKS membantah anggota DPRD Jambi itu ditangkap di panti pijat plus. 


Demikian disampaikan Koordinator Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Ahmad Mabruri ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (4/2/2009).
Mabruri membantah Zul Hamli ditangkap di panti pijat plus. Saat ditangkap Zul berada di panti pijat biasa. "Panti pijat tradisional, pegawainya berseragam. Tempatnya terbuka kok. Bukan panti pijat plus," ujar Mabruri.
Tentang bagaimana Zul Hamli bisa ditangkap, Mabruri mengatakan dari laporan rekannya di Jambi, Selasa malam kemarin, memang ada pengecekan rutin tentang tempat prostitusi tertutup.
"Sempat dicek, panti pijat itu bukan kamar-kamar, tempatnya terbuka," tegas dia dia. ( nwk / iy ) 
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/02/04/125256/1079347/700/caleg-dprd-jambi-dari-pks-tertangkap-di-panti-pijat

Selengkapnya......