Friday, March 6, 2009

Ketua DPC PKS Cantigi Menawarkan Rp 200 Juta Untuk "Keperawanan"

Kamis, 05 Maret 2009, 17:23 WIB Berita8.com

Kejadian yang menimpa gadis anak baru gede (ABG) di Indramayu, Jawa Barat korban pemerkosaan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cantigi Indramayu inisial Ro (23) kini mengalami depresi berat.


Korban dan ibunya, Karni (40) tahun, ketika ditemui para wartawan di rumahnya, terlihat stress dan shock berat. Bahkan ketika ditanya, Bunga tidak memberikan pernyataan apa pun. Akibat kejadian yang dialami, Bunga terlihat masih trauma dan merasa takut apalagi dihadapkan ke kamera.

Kronologis pemerkosaan tersebut ketika gadis berusia 15 tahun warga Blok Pintu Air Desa Panyingkiran Kidul RT 15/03, Kecamatan Cantigi itu tiba-tiba didatangi Royana, Su (20), Da (19), Ar (21), bersama di rumahnya.

Pertemuan mereka terjadi pada pukul 19.00 WIB. Setelah mereka bertemu, Royana yang sudah merayu Bunga kemudian mengajaknya keluar jalan-jalan menggunakan sepeda motor dengan konvoi bersama 3 teman Ro.

Tanpa curiga Bunga kesemsem terhadap Ro yang kala itu memang merayu gadis ABG itu untuk jalan-jalan.

Saat waktu mulai menunjukkan pukul 21.00 WIB, Royana mengajak Bunga ke rumah kawannya, Aris di Desa Lamarantarung Kecamatan Cantigi.

“Beberapa menit kemudian sesampainya di rumah Aris, saya diberi minuman yang saya tidak tahu namanya dan saya meminumnya sebanyak dua gelas karena saya merasa haus setelah lelah berjalan-jalan, setelah itu beberapa jam kemudian saya merasa pusing dan tak sadarkan diri,” kata Bunga, Kamis (5/3) kepada wartawan.

Lanjut kata Bunga ketika tersadar saya merasa lemas dan tidak ada selembar bajupun, saya kaget dan langsung kabur menggunakan pakaian dalam saja. Meskipun saya merasakan sakit dipikiran saya yang tertuju hanya rumah.

Saat Bunga kabur dari rumah Aris setelah di perkosa oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cantigi Indramayu beserta kawan-kawanya, Bunga bertemu dengan teman sekolahnya.

Topleh salah satu teman korban, yang kaget langsung saja menolong Bunga dan mengajak menginap di rumahnya, keesokan hari, Bunga yang takut pulang ke rumah lantaran takut di marahi oleh kedua orang tuanya, menginap di rumah Nani (14) yang juga merupakan teman sekolahnya.

Terus pada saat itu orangtua Bunga khawatir karena anaknya selama dua hari tidak ada kabar, dan langsung mencari anaknya dengan cara bertanya kepada teman-teman sekolah Bunga. Setelah orang tua korban mengetahui dari temannya Bunga tentang kondisi anaknya yang di perkosa oleh Ro Cs.

Pihak keluarga korban langsung melapor kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk menuntut para pelaku dihukum seberat-beratnya. Mengetahui tuntutan dari pihak korban tersebut, oknum dari pelaku menawarkan sejumlah uang Rp 200 juta sebagai perdamaian namun orang tua korban menolaknya mentah-mentah.

"Harga diri tidak bisa dijual walau dihargai Rp 200 juta. Saya tidak bisa terima, putri saya diperlakukan seperti itu. Para pelaku harus dituntut," ujar Karni, orang tua Bunga.

DPD PKS Kabupaten Indramayu ketika dikonfirmasi melalui bagian Humas, Ibrahim S.Sos, kepada wartawan mengatakan, saat ini pihaknya masih memantau perkembangan terkait kasus yang diduga menimpa kadernya.

Ibrahim membenarkan bahwa Ro merupakan Ketua DPC PKS Kec. Cantigi. "Tapi itu adalah kader baru, yang baru dikeluarkan surat keputusan (SK) nya baru empat hari lalu," ujarnya

Menurut Bagian Humas PKS, pihaknya tidak mengethaui latar belakang Ro yang sebenarnya. Karena SK pengangkatan Ro sebagai ketua DPC itu dibuat untuk menggantikan kepengurusan yang lama, yang sebelumnya mengundurkan diri.

Dikatakannya, soal penawaran perdamaian oleh PKS sebesar Rp 200 juta, PKS membantah telah memberikan penawaran itu kepada pihak korban.

"Hormati dulu azas praduga tak bersalah. Kalau dia terbukti bersalah, tentunya partai akan memecat secara langsung. Soal uang Rp 200 juta, PKS tidak pernah melakukan upaya perdamaian semacam itu," kata Ibrahim.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Drs. H., Mashudi membenarkan adanya laporan kasus perkosaan yang melibatkan ketua DPR PKS Cantigi tersebut. Menurut dia, saat ini pihaknya masih mendalami dan mengecek kebenaran kasus tersebut. (Fz/YP)

No comments:

Post a Comment