www.radar-bogor.co.id
11-12-2009 17:19 WIB
BOGOR - Hari kedua mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang, para tersangka APBD Gate kembali dikunjungi keluarga dan kerabatnya. Kemarin, anggota DPR RI asal PKS Soemandjaja Rukmandis yang giliran berkunjung.
Datang mengenakan baju batik cokelat, ketua konstitusi Fraksi PKS itu tampak sabar menunggu di depan pintu masuk lapas hingga pintu dibuka. Dia datang satu jam sebelum pintu dibuka dan rela menunggu layaknya keluarga napi atau tahanan lain.
Saat wartawan koran ini menyapanya, Soemandjaja ramah membalas. “Saya menunggu jam besuk dibuka. Datangnya telat, jadi harus menunggu jam besuk berikutnya,” tuturnya.
Soemandjaja mengaku, baru mengetahui rekan-rekannya itu ditahan, terutama Iwan Suryawan yang juga kader PKS, pada Rabu (9/12) malam. “Karena masih di Aceh, jadinya baru sempat menjenguk hari ini (kemarin, red),” ujarnya.
Soemandjaja ikut prihatin dengan nasib yang menimpa rekannya. Dia mengingatkan Iwan Suryawan dan kawan harus menyikapinya dengan bijak, sabar, tawakal dan menyesali yang telah terjadi.
Mantan calon bupati Bogor itu menilai, masalah tersebut bagian kecil dari hidup. Dia menganggap hal itu belum seberapa dengan pengalamannya yang tiga kali masuk bui. Dari penyiksaan hingga sepuluh tahun tidak diizinkan mendapat paspor, semuanya sudah dirasakannya. “Saya minta teman-teman bersabar. Ini sudah menjadi ketentuan hidup,” tandasnya.
Selain Iwan Suryawan, satu kader PKS lagi juga sebagai tersangka dalam kasus yang sama, yakni Nuruzzaman. Namun, Nuruzzaman belum memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Bogor dengan alasan sakit.
Meski telah menyerahkan surat pemberitahuan sakit kepada kejaksaan, Soemandjaja mengaku, bersama DPD PKS sudah meminta Nuruzzaman bersikap kooperatif. Dia tak ingin Nuruzzaman masuk daftar pencarian orang (DPO) karena sudah dua kali tidak memenuhi panggilan kejaksaan.
“Karena bagaimana pun, dia (Nuruzzaman, red) masih menjadi bagian keluarga partai. Kami minta dia menghormati proses hukum ini,” harapnya.
Soemandjaja mengatakan, sempat berkomunikasi dengan Nuruzzaman lewat telepon dan SMS. “Pagi tadi (kemarin pagi, red) sekitar pukul 09:17, saya telepon dia. Khawatir tak konsen akhirnya saya SMS,” ujarnya.
Ada tiga poin yang disarankan Soemandjaja kepada Nuruzzaman. Yakni, segera memenuhi panggilan kejaksaan, bersikap kooperatif dan jika mendapat kesulitan, minta ditemani keluarga atau lawyer (pengacara) serta orang terdekatnya.
“Saya siap menjadi juru bicara menyampaikan keadaannya, baik kesehatan, posisi dan kondisinya saat ini. Jadi, tidak harus menghindar. Prinsip partai, kami tak mengenal kata menghindar, tapi dihadapi,” jelasnya.
Partai Keadilan Sejahtera sudah menyediakan pengacara untuk mendampingi kadernya yang tersangkut APBD Gate. “Bahkan, kami siap menjadi jaminan bagi mereka,” tegasnya.
Menyangkut kasus ini dengan citra yang dibangun partainya, Soemandjaja menegaskan itu tak menjadi soal. Dia mengatakan, PKS bukan partai malaikat dan orang selalu berlebihan menilainya.
“Partai kami bukan partai suci, karena dibangun oleh manusia yang tentunya tak luput dari kesalahan,” tegasnya. (nel)
Tuesday, December 15, 2009
Soemandjaja: PKS Bukan Partai Malaikat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment